Pedoman Penyelenggaraan Harkitnas Tahun 2022

Kita dapat merasakan bahwa situasi saat ini sudah jauh membaik dibandingkan pada saat awal dunia diserang ganasnya Covid-19 hingga ditetapkan sebagai pandemic global. Buah usaha dari berbagai pihak yang semakin sigap dalam menangani setiap kasus, kesadaran masyarakat yang terus meningkat untuk saling menjaga dengan menerapkan protokol kesehatan serta pemerintah yang terus bekerja dalam pemulihan ekonomi nasional.

Pedoman Hari Kebangkitan Nasional 22 Mei 2022

Beberapa negara kini telah berdamai dengan pandemi dengan menganggap Covid19 kini hanya seperti flu biasa. Sebuah berita yang sangat dinantikan oleh semua khalayak seakan dapat memperkuat rasa optimisme untuk keluar dari keterpurukan.

Roda yang dulu terhenti kini perlahan bergerak, kita yang sempat terpuruk kini mulai bertindak. Kita perlu satukan tekad bersama demi bangkit kembali. Tahun ini kita akan memperingati Hari kebangkitan ke-114 yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2022. Pada masanya, Dr Sutomo beserta para pelajar STOVIA mendirikan perhimpunan Budi Utomo untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari bangsa-bangsa lain.

Kita pun harus memiliki semangat juang yang sama untuk membebaskan diri dari pandemi yang diakibatkan Covid-19. Kita harus mendukung pemerintah Indonesia agar mampu beradaptasi dengan cepat dan melewati masa-masa krisis. Jangan biarkan keadaan membelenggu kita dalam masa-masa sulit.

Kita tidak akan pernah bergerak dan berubah bila hanya saling menunjuk. “Ayo Bangkit Bersama” agar Indonesia kembali jaya, semangat ini lah yang akan kita bawa pada 114 Tahun Hari Kebangkitan.

Tujuan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

Tujuan peringatan 114 Tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2022 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong-rotong kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, untuk mempercepat pulihnya bangsa kita dari pandemi Covid- 19 dalam “Ayo Bangkit Bersama”.

Tema Hari Kebangkitan Nasional 2022

Tema Peringatan 114 Tahun Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2022 adalah: “Ayo Bangkit Bersama”.

Logo Hari Kebangkitan Nasional

Logo 114 Tahun Kebangkitan Nasional melambangkan semangat yang berkobar, kedamaian serta awal yang baru. Logo dapat di unduh melalui tautan berikut: https://komin.fo/logoharkitnas114

Arti Logo 114 Tahun Kebangkitan Nasional



Pokok Kegiatan Hari Kebangkitan Nasional

Upacara Bendera secara Hybrid

Upacara bendera memperingati 114 Tahun Kebangkitan Nasional tahun 2022 dilaksanakan secara serentak dan terbatas pada hari Jumat tanggal 20 Mei 2022 oleh Kantor/Lembaga/Instansi Pemerintah pada daerah-daerah dengan status penularan Covid-19 yang sudah terkendali, upacara dilaksanakan secara Hybrid dengan peserta yang hadir secara fisik sangat dibatasi serta tetap menerapkan protocol kesehatan yang berlaku.

Tata Upacara Bendera

a. Pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih
b. Menyanyikan Lagu Kebangsaan lndonesia Raya
c. Mengheningkan Cipta
d. Pembacaan Naskah Pancasila
e. Pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945
f. Pembacaan naskah pidato Menteri Komunikasi dan Informatika
g. Pembacaan Do’a

Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk :
  1. Di Yogyakarta, dilaksanakan Ziarah ke Makam DR. Wahidin Soediro Hoesodo usai upacara bendera,
  2. Ziarah juga dilaksanakan di Surabaya ke Makam DR. Soetomo usai upacara bendera.

Publikasi dan Dokumentasi

  1. Televisi dan radio
  2. Media sosial masing-masing Kementerian/ Lembaga/ Pemda

Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI dalam Peringatan Ke-114 Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2022


Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Syalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,
Salam sejahtera dan salam sehat bagi kita sekalian.

Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air,

Tahun ini, kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-114. Pada tahun ini, “Ayo Bangkit Bersama” menjadi tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebagai bentuk seruan agar kita bisa bangkit bersama dari pandemi COVID-19 yang sudah melanda dua tahun terakhir. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai seremonial saja. Guna memahami esensi sejarah Kebangkitan Nasional, mari sejenak kita telaah sisi historis di balik peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Pada tanggal 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia. Di masa itu, terdapat ancaman perpecahan antargolongan dan ideologi di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin kembali berkuasa. Sehingga, semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa.

Boedi Oetomo adalah organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional dan modern dalam sejarah pergerakan kemerdekaan. Didirikan oleh Dr. Sutomo beserta para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1908; Boedi Oetomo lahir untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain. Organisasi yang menyatukan pergerakan di Indonesia dari yang bersifat kedaerahan menjadi nasional dengan tujuan akhir kemerdekaan.

Tujuan didirikannya Boedi Oetomo yang tercetus dalam kongres pertamanya ialah untuk menjamin kehidupan sebagai bangsa yang terhormat dengan fokus pergerakan di bidang pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan. Boedi Oetomo telah meletakkan tiga cita-cita bagi kebangkitan nasional yakni memerdekakan cita-cita kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia. Kelahiran Boedi Oetomo mempelopori terciptanya organisasi pergerakan di masa selanjutnya seperti Indische Partij, Perhimpunan Indonesia dan Muhammadiyah.

Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air,

Kiranya, semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini. Di tengah krisis pandemi COVID-19 dan konflik Ukraina-Rusia yang menyebabkan kondisi ekonomi global serta geopolitik menjadi tidak stabil, kita patut memaknai kebangkitan nasional sebagai upaya kolektif bangsa untuk memperkuat persatuan bangsa.

Pada sisi penanganan COVID-19 di tingkat nasional, kita dapat melihat bahwa upaya kita kian menunjukkan hasil yang positif, ditunjukkan dengan kasus baru harian di bawah 400 kasus dan total kasus aktif yang sudah berada di bawah angka 5.000 kasus (Data per 13 Mei 2022). Selain itu, capaian vaksinasi COVID-19 dosis kedua juga sudah mencapai 79 persen. Namun demikian, kita patut tetap waspada dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

Penanganan COVID-19 yang membaik berimplikasi pada berangsur kembalinya aktivitas masyarakat secara normal. Secara perlahan, hal ini mendorong pemulihan perekonomian nasional. Perekonomian Indonesia pada triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,01 persen (y-on-y). Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif, kecuali Administrasi Pemerintahan dan Jasa Pendidikan.

Dari sisi produksi, tiga Lapangan Usaha mengalami pertumbuhan tinggi yakni:
  1. Sektor Usaha Transportasi dan Pergudangan 15,79%
  2. Sektor Jasa-jasa lain 8,29%
  3. Sektor Informasi dan Komunikasi 7,14%

Mari terus kita bekerja keras dan bersinergi menjaga, mempertahankan dan meningkatkan perekonomian nasional indonesia.

Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air,

Momentum yang baik ini makin diperkuat dengan peran Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022. Pada Presidensi G20 tahun ini, Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, dengan tujuan dapat memberikan spirit baru dalam mewujudkan tatanan dunia yang dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran yang inklusif, serta menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Pertemuan G20 yang dipimpin oleh Indonesia tahun ini mengusung tiga isu prioritas, yaitu Arsitektur Kesehatan Global yang Inklusif, Transformasi berbasis Digital dan Transisi Energi Berkelanjutan.

Tema dan isu prioritas G20 yang diangkat Indonesia merupakan cerminan dari semangat kebangkitan yang kita rayakan pada hari ini, yakni di tengah keterpurukan akibat pandemi COVID-19, tidak pernah meluruhkan cita kita untuk pulih bersama dan bangkit lebih kuat. Indonesia terus mendorong negara-negara anggota G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata dan siap berkolaborasi serta menggalang kekuatan sehingga masyarakat dunia dan kemanusiaan dapat merasakan dampak nyata dari kerja sama ini.

Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air

Mengutip ucapan Dr. Sutomo “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapa pun juga.”

Di tengah momentum penanganan nasional COVID-19 yang makin membaik dan Presidensi G20 Indonesia, hendaknya kita dapat memaknai semangat pantang menyerah Dr. Sutomo untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun ini sebagai tonggak kebangkitan dari pandemi COVID-19 juga krisis multidimensi yang sedang melanda dunia. Dari Indonesia, Dunia Pulih Bersama. Ayo Bangkit Lebih Kuat!!

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Syalom,
Om santi, santi, santi om,
Namo Budhaya.

Dikutip dari laman: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/05/pedoman-penyelenggaraan-peringatan-hari-kebangkitan-nasional-tahun-2022

bm

Media Informasi Guru Pendidikan Dasar dan Menengah di Indonesia.

Posting Komentar

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak memasang link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...

avatar
Admin Guru Dikdasmen Online
Selamat datang di Guru Dikdasmen
Silakan kirimkan pesan untuk bekerjasama dengan kami!