Peningkatan Kemampuan Membaca dengan Kartu Huruf

Peningkatan kemampuan membaca dengan kartu huruf.

Oleh Ajeng Purnamasari, S.Pd

TK PLUS AL-LATIEF Kec. Pagerageung

PENDAHULUAN

     
Menurut penulis dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah Taman Kanak-Kanak tahun pelajaran 2020/2021 di TK PLUS AL-LATIEF Pagerageung, kemampuan membaca permulaan hasilnya masih belum memuaskan, dengan jumlah anak didik 15 anak yang dapat membaca dengan baik 4 anak, 5 anak masih kesulitan dalam membaca permulaan, 6 anak masih bermain sendiri. 

Berdasarkan fase perkembangan anak usia B seharusnya sudah mampu membaca permulaan dengan baik. Namun semua itu tergantung dari guru sering tidaknya membaca permulaan yang disampaikan anak. Sesuai kondisi yang terurai diatas terjadi disebabkan oleh kurangnya perhatian guru mengadakan penelitian demi meningkatkan mutu penyelenggaraan pembelajaran dan guru kurang memperhatikan kemampuan masing-masing anak dalam kegiatan sehari-hari.

Selain belum memperhatikan kondisi masing-masing anak sudah barang tentu guru belum menemukan metode atau media pembelajaran yang tepat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Sehingga terbukti bahwa kemampuan membaca permulaan rendah. Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan penyelenggaraan proses pembelajaran yang bermutu, selayaknya guru mempunyai motivasi yang besar untuk menemukan cara yang dapat memberikan inovasi pembelajaran yang mungkin bermanfaat bagi anak didik. 

        Kajian Teori 6 Setiap melakukan kegiatan pasti diperlukan suatu kemampuan, namun apa arti kemampuan itu sendiri sering tidak diketahui. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminta yang diolah kembali oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2007: 742) kemampuan diartikan kesanggupan, kecakapan, atau kekuatan. Menurut Lerner dalam Mulyono Abdurrahman (2003: 200) kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika anak pada usia sekolah permulaan tidak segera memiliki kemampuan membaca maka ia akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai bidang studi pada kelas-kelas berikutnya. Oleh karena itu, anak harus belajar membaca agar ia dapat membaca untuk belajar. 

Menurut Mercer dalam Mulyono Abdurrahman (2003: 200) “kemampuan membaca tidak hanya memungkinkan seseorang meningkatkan kemampuan kerja dan penguasaan berbagai bidang akademik tetapi juga memungkinkan berpartisipasi dalam kehidupan sosial, budaya, politik, dan menemukan kebutuhan emosional”. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan kemampuan membaca adalah kesanggupan melakukan aktivitas komplek baik fisik maupun mental untuk meningkatkan keterampilan kerja, penguasaan berbagai bidang akademik, serta berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. 

        Menurut Darmiyati Zuhdi dan Budiasih (2001: 57) kemampuan membaca yang diperoleh pada membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut. Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya maka kemampuan membaca permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru, membaca permulaan merupakan pondasi bagi pengajaran selanjutnya. Sebagai pondasi haruslah kuat dan kokoh, oleh karena itu harus dilayani dan dilaksanakan secara berdaya guna dan sungguh-sungguh. Kesabaran dan ketelitian sangat diperlukan dalam melatih dan membimbing serta mengarahkan siswa demi tercapainya tujuan yang diharapkan. 

       Membaca Permulaan adalah pengenalan membaca bagi anak yang dimulai dengan memperlihatkan gambar yang ada hurufnya dan tulisannya. Huruf pun harus dimulai dari huruf hidup. Setelah anak mengerti apa yang dimaksud huruf hidup kemudian huruf dirangkai menjadi suku kata, itupun harus dengan gambar atau benda, dan berkembang lagi menjadi kata. Di TK sifatnya hanya mengenal bukan harus bias membaca. Dalam mengenalkan membaca harus disertai dengan gambar dan dibawah gambar ada tulisannya.

    (Maxim 1993) (1.7) (Perkembangan dan Konsep dasar pengembangan Anak Usia Dini, 1.7). Kemampuan ini mengungkapkan kesanggupan anak membaca sesuatu menggunakan gambar. Kemampuan ini sebagai tahap awat dalam membaca permulaan, indikator yang termasuk dalam kemampuan ini adalah : 
  1. Membuat gambar dan menceritakan isi gambar dengan beberapa coretan / tulisan yang sudah berbentuk huruf atau kata. (Bhs. 11),
  2. Bercerita tentang gambar yang disediakan atau dibuat sendiri dengan urut dan berbahasa yang jelas. (Bhs. 13),
  3. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri (4 – 6 gambar). (Bhs. 14), 
  4. Membaca buku untuk bergambar yang memiliki kalimat sederhana dan menceritakan isi buku dengan menunjukkan beberapa kata yang dikenalnya, 
  5. Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. (Bhs. 16) 
    Materi permainan disusun dan dikembangkan berdasarkan kemampuan yang akan dicapai. Disamping pengembangan materi harus diterapkan permainan yang cocok dengan kegiatan. Media dan sarana serta proses permainan sangat menentukan keberhasilan pembelajaran kemampuan berbahasa di Taman Kanak-Kanak (Depdiknas, 2007: 31) Dalam pengajaran membaca permulaan ada empat faktor yang mempengaruhi. Menurut Lamb dan Arnold dalam Farida Rahim (2008: 16) faktor yang memengaruhi membaca permulaan adalah: 
  • Faktor Fisikologis : Faktor fisiologis mencakup kesehatan fisik, pertimbangan neurologis, dan jenis kelamin. Kelelahan juga merupakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi anak untuk belajar, khususnya belajar membaca, 
  • Faktor Intelektual : Secara umum, intelegensi anak tidak sepenuhnya memengaruhi berhasil atau tidaknya anak dalam membaca permulaan. Faktor metode mengajar guru, prosedur, dan kemampuan guru juga turut memengaruhi kemampuan membaca permulaan anak
  • Faktor Lingkungan : Faktor lingkungan juga memengaruhi kemajuan kemampuan membaca siswa. Faktor lingkungan itu mencakup: 
            (1) latar belakang dan pengalaman siswa di rumah; dan
            (2) sosial ekonomi keluarga siswa.
  • Faktor Psikologis Faktor lain yang juga memengaruhi kemajuan kemampuan membaca anak adalah faktor psikologis. Faktor ini mencakup (1) motivasi; (2) minat; dan (3) kematangan sosial, emosi, dan penyesuaian diri. 

        Kartu huruf merupakan salah satu bentuk alat permainan edukatif (APE), yang menggunakan media kartu. Menurut Suharso dan Ana Retnoningsih (2009: 226). Kartu adalah kertas tebal yang berbentuk persegi panjang, untuk keperluan seperti : tanda anggota, karcis dan lain-lain. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Association of Education and Communication Technology (AECT, 1977 dalam Surtikanti) media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan orang yang menyalurkan pesan/ informasi (Ashar Arsyad, 2002: 3). Manfaat media secara umum dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci. Badru Zaman dkk (2008: 4.11) mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu : 
  • Anak dapat berinteraksi secara langsung dengan lingkungannya,
  • Keseragaman pengamatan atau persepsi belajar pada masing-masing anak,
  • Membangkitkan motivasi belajar anak,
  • Menyajikan informasi secara konsisten sesuai kebutuhuan, 
  • Menyajikan pesan/ informasi belajar secara serempak
  • Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, 
  • Mengontrol arah dan kecepatan belajar anak.
   

PENELITIAN RELEVAN 

        Penelitian oleh Sujiono (2002, 13 . 29) menguraikan bahwa materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasan linguistic, antara lain 9 pengenalan abjad, bunyi, ejaan, membaca, menulis, menyimak, berbicara atau berdiskusi dan menyampaikan laporan secara lisan, serta bermain game dan mengisi teka-teki silang sederhana. 

        Jadi relevansinya dengan penelitian ini adalah membaca permulaan bisa meningkatkan kecerdasan linguistik. Dengan bermain mengenal dengan kartu huruf, dengan media huruf, teknik pengumpulan data observasi dokumentasi, teknik analisis data analisis interaktif. 

bm

Media Informasi Guru Pendidikan Dasar dan Menengah di Indonesia.

Posting Komentar

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak memasang link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...

avatar
Admin Guru Dikdasmen Online
Selamat datang di Guru Dikdasmen
Silakan kirimkan pesan untuk bekerjasama dengan kami!