Inilah 15 Model dan Harga Mazda Terbaru di Indonesia Tahun 2020

Memiliki sebuah kendaraan yang nyaman bagi keluarga adalah harapan semua orang. Kendaraan jenis mobil yang memiliki banyak fitur sudah barang tentu lebih mengutamakan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan penggunanya. Seperti mobil Mazda yang sudah diyakini dan dipercaya memiliki keunggulan. Untuk mengetahui harga mazda di pasaran Indonesia, sebaiknya Anda kenali terlebih dahulu tentang mobil pabrikan asal Jepang ini.


15 Model dan Harga Mazda Terbaru Tahun 2020

Sejarah Perusahaan Otomotif Mazda

Pabrikan mobil terbesar asal Jepang ini didirikan pada tahun 1920 dan awalnya merupakan produsen Wine yang bermarkas di Hiroshima. Pada tahun 1979, Mazda Motor Corporation menjalin kerjasama dengan Ford Motor Company. Setelah kurang lebih 35 tahun, yaitu tepatnya pada tahun 2014 Mazda harus mengakhiri kerjasamanya tersebut.

Perusahaan otomotif Jepang yang didirikan oleh Jujiro Matsuda ini kemudian pada tahun 2015 menjalin kerjasama dengan dua perusahaan otomotif besar, yaitu Toyota Motor Corporation dan Isuzu.

Mazda, Perusahaan Mobil Pertama Dengan Mesin Rotari

Perusahaan yang memiliki slogan Zoom Zoom ini adalah perusahaan otomotif yang pertama kali meluncurkan mobil dengan menggunakan mesin rotari yaitu Cosmo Sport. Mobil produksinya yang lain dengan menggunakan mesin yang sama yaitu diantaranya Mazda RX-7 dan Mazda RX-8.

Karena terbentur oleh aturan mengenai standar emisi diberbagai negara yang semakin ketat, akhirnya pada tahun 2012 Mazda mengakhiri pengembangan mesin rotarinya dan menggantinya dengan Skyactiv yang telah digunakan hingga sekarang sebagai penerus mesin rotari.

Kelebihan lain dari mobil Mazda ini meskipun memiliki desain mobil yang biasa dengan warna merah sebagai ciri khasnya, namun Mazda termasuk dalam jajaran mobil mewah yang kualitasnya hampir sama dengan mobil yang diproduksi oleh negara-negara di eropa.

Model dan Harga Mazda di Indonesia Tahun 2020

Di Indonesia sendiri, harga mazda dengan model mobil termurah yaitu Mazda All New 2 1.5 R Mobil sebesar Rp. 285.300.000,-  dan model termahal adalah CX-9 2.5 Mobil sebesar Rp. 842.300.000,-. Untuk melihat 15 model dan daftar harga mazda terbaru di Indonesia tahun 2020, dapat Anda simak pada tabel berikut:

No
Type/Model
Harga (Rp)
1
Mazda New CX-30 GT Mobil
Rp. 518.800.000 – Rp. 522.800.000
2
Mazda New CX-30 GT Touring Mobil
Rp. 478.800.000 – Rp. 482.800.000
3
Mazda MX-5 Mobil
Rp. 805.800.000 – Rp. 812.500.000
4
Mazda New CX-9.2.5 Mobil
Rp. 842.300.000 – Rp. 879.300.000
5
Mazda All New 3 Hatchback 2.0 Mobil
Rp. 497.800.000 – Rp. 511.800.000
6
Mazda CX3 2.0 Grand Touring Mobil
Rp. 464.400.000 – Rp. 479.800.000
7
Mazda All New CX-5 2.5 Elite Mobil
Rp. 585.300.000 – Rp. 602.800.000
8
Mazda All New CX-8 2.5 Elite Mobil
Rp. 750.800.000
9
Mazda ALL New 2 1.5 GT Mobil
Rp. 302.800.000 – Rp. 341.000.000
10
Mazda ALL New 2 1.5 R Mobil
Rp. 285.300.000 – Rp. 313.200.000
11
Mazda CX3 2.0 Touring Mobil
Rp. 414.200.000
12
Mazda All New MX-5 2.0 Mobil
Rp. 843.300.000 – Rp. 858.800.000
13
Mazda All New 3 Sedan 2.0 Mobil
Rp. 553.000.000 – Rp. 557.800.000
14
Mazda New 6 Elite Estate 2.5 Mobil
Rp. 582.800.000 – Rp. 607.800.000
15
Mazda All New CX-5 2.5 Limited Edition Mobil
Rp. 613.900.000 – Rp. 614.800.000
Untuk memperoleh mobil yang Anda impikan, Anda dapat mengunjungi laman blibli.com untuk melihat secara rinci harga mazda dan spesifikasinya.

Daftar harga diatas sewaktu-waktu dapat berubah. Jadi buruan selagi masih ada, jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan mobil mazda dengan harga yang sesuai kualitas serta kenyamanan bagi penggunanya.

Perubahan Mekanisme Penyaluran Dana BOS 2020

gurudikdasmen.com - Tahun 2020 ini akan terjadi perubahan mekanisme dalam penyaluran dana BOS, yang semula dari Rekening Kas Umum Negara disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah, kemudian baru disalurkan ke rekening sekolah.

Mekanisme Penyaluran Dana BOS 2020
Perubahan Mekanisme Penyaluran Dana BOS 2020
Diubah menjadi penyaluran langsung dari RKUN ke rekening sekolah, oleh karena itu Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah telah mengeluarkan surat Nomor 0271/C/KU/2020 Tentang Pemberitahuan Pre Cut Off BOS Tahun 2020.

Surat ini ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Kepala LPMP, dan Kepala Sekolah seluruh Indonesia. Di dalam surat tersebut disampaikan hal-hal yang harus dilakukan oleh sekolah, dinas pendidikan, dan LPMP dalam rangka peningkatan layanan penyaluran BOS tahun 2020 ini, antara lain:

1. Satuan Pendidikan menyampaikan laporan penggunaan BOS Tahun 2019 melalui laman bos.kemdikbud.go.id selambat-lambatnya tanggal 20 Januari 2020.

2. Satuan pendidikan melakukan verifikasi melalui laman bos.kemdikbud.go.id sebelum tanggal 20 Januari 2020 dengan menyampaikan atribut data sebagai berikut:
- Nomor rekening BOS
- Nama rekening BOS
- Nama bank
- Kantor cabang bank
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sekolah
- Kode Pos Sekolah
3. LPMP bersama Dinas Pendidikan mendorong satuan pendidikan untuk segera mengisi laporan BOS Tahun 2019 melalui laman bos.kemdikbud.go.id dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran data dimaksud.

4. Dinas Pendidikan melakukan validasi data dalam poin 2 dan jumlah siswa pada setiap satuan pendidikan sesuai kewenangannya melalui laman bos.kemdikbud.go.id.

5. Berdasarkan hal tersebut di atas selanjutnya akan ditarik data pada tanggal 20 Januari 2020 melalui laman bos.kemdikbud.go.id dan data tersebut akan dituangkan dalam SK penetapan penerima BOS Tahap 1 Tahun 2020.

Download Juknis Hardiknas Tingkat SD [Lengkap]

gurudikdasmen.com - Download Juknis Hardiknas Tingkat SD | Sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3, menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan pembentukan karakter serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Juknis Hardiknas Tingkat SD
Juknis Hardiknas Tingkat SD
Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan pada Pasal 17 Ayat (3) menyebutkan bahwa pendidikan dasar, termasuk Sekolah Menengah Pertama bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang :
  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Berahlaq mulia, dan berkepribadian luhur
  3. Berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovasi
  4. Sehat, mandiri, dan percaya diri
  5. Toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggungjawab.
Berdasarkan hal tersebut, jelas bahwa tujuan pendidikan di setiap jenjang, termasuk SD sangat berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik.

Pendidikan Karakter tidak saja merupakan tuntutan undang-undang dan peraturan pemerintah, tetapi juga oleh agama. Setiap Agama mengajarkan karakter atau akhlak pada pemeluknya. Dalam Islam, akhlak merupakan salah satu dari kerangka dasar ajarannya yang memiliki kedudukan yang sangat penting, disamping dua kerangka dasar lainnya,yaitu aqidah dan syariah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Dinas pendidikan, melaksanakan berbagai upaya, antara lain melalui peningkatan mutu atau kualitas serta pembinaan, khususnya bagi peserta didik Sekolah Dasar, dalam bentuk Lomba Festival dan Kreatifitas, Lomba Olimpiade Olahraga siswa Nasional( O2SN) dan Pentas PAI . Hal ini merupakan wahana kreasi, berinovasi, berprestasi, dan berkompetitif , sekaligus mendorong kreativitas dan minat belajar peserta didik.

Baca juga:

Maksud kegiatan lomba Hardiknas

Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ajang memupuk rasa persaudaraan, kerjasama, dan menjalin persaudaraan dan kesatuan antar peserta didik dan pendidik dalam rangka memperkokoh tali silaturahmi.

Para peserta didik sebagai generasi muda calon pemimpin bangsa perlu melengkapi dirinya dari segala aspek, termasuk aspek pengetahuan, seni dan budaya, dan teknologi, yang mengandung segi-segi kepekaan sosial, rasa disiplin, kekompakkan, kebersamaan, kepercayaan diri dan lain-lain.

Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekedar kegiatan lomba untuk mencari kemenangan, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kemampuan siswa dari segala aspek untuk mempersiapkan diri mereka menjadi pemimpin bangsa yang berkarakter.

Selain tujuan yang disebutkan di atas, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa para peserta didik mampu berkumpul dengan damai dan mencapai  prestasi yang jujur dan kompetitif.

Dasar hukum kegiatan lomba Hardiknas

  1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;
  5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan;
  6. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 16 tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah;
  7. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor Dg.1./124 tahun 2009 tentang PenyelenggaranKegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam padaSekolah;
  8. Undang – undang RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Keolahragaan Nasional.
  9. Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaran Olahraga;
  10. Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan Kejuaraan Olahraga;
  11. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Tujuan penyelenggaraan lomba Hardiknas

Tujuan diselenggarakannya kegiatan lomba- lomba FLS2N, OSN,O2SN dan Pentas PAI adalah: :
  1. Memberikan wadah untuk berkreasi dengan menampilkan karya kreatif dan inovatif peserta didik sekolah dasar dalam pengembangan diri secara optimal sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan;
  2. Mengembangkan ekspresi seni sesuai dengan norma budi pekerti dan karakter peserta didik yang berbasis budaya bangsa;
  3. Meningkatkan kreativitas dan motivasi peserta didik untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya;
  4. Menanamkan dan membina apresisasi seni dan sastra, khususnya terhadap nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa;
  5. Menumbuhkembangkan sikap sportivitas dan kompetitif peserta didik sejak dini, yang merupakan bagian dari pendidikan karakter, serta meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bersosialisasi.
  6. Menjalin solidaritas dan persahabatan antar peserta didik sekolah dasar

Download Pedoman UKK (Uji Kompetensi Keahlian) SMK Tahun Pelajaran 2019/2020

gurudikdasmen.com - Uji Kompetensi Keahlian atau disebut dengan UKK adalah penilaian terhadap pencapaian kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada KKNI yang dilaksanakan di akhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha atau industri dengan memperhatikan paspor keterampilan dan/atau portofolio.

Download Pedoman UKK SMK
Pedoman UKK SMK Tahun Pelajaran 2019/2020

Pengertian Uji Kompetensi Keahlian/UKK

UKK merupakan proses penilaian melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu kualifikasi tertentu. Yang berhak mengikuti UKK adalah siswa SMK aktif yang telah menuntaskan materi pembelajaran yang akan diujikan.

Materi UKK disusun berdasarkan skema sertifikasi sesuai dengan jenjang kualifikasi peserta uji/asesi yang memuat kemampuan melaksanakan pekerjaan spesifik, operasional, dan/atau penjaminan mutu. Soal UKK dapat berbentuk penugasan atau bentuk lain yang dinilai secara individual untuk membuat suatu produk sesuai tuntutan standar kompetensi.1

Pada penilaian UKK ini menguji aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam 1 (satu) event penilaian dan pelaksanaan UKK sendiri dikelola oleh satuan pendidikan yang sudah terakreditasi. Hasil UKK bagi peserta didik akan  menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan. Sedangkan bagi stakeholder  hasil UKK dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja.

Tujuan Pelaksanaan UKK

Berdasarkan Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK, tujuan penilaian hasil belajar adalah untuk :

  1. Mengetahui tingkat capaian hasil belajar/kompetensi peserta didik
  2. Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
  3. Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik
  4. Mengetahui efektivitas proses pembelajaran; dan 
  5. Mengetahui pencapaian kurikulum.
Baca juga:
Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bertujuan untuk :

  1. Mengukur pencapaian kompetensi siswa SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh
  2. Memfasilitasi siswa SMK yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dan/ atau sertifikat uji kompetensi
  3. Mengoptimalkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan SMK sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
  4. Memfasilitasi kerjasama SMK dengan dunia usaha/ industri dalam rangka pelaksanaan Uji Kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Sasaran yang akan dicapai dalam Pelaksanaan UKK ini adalah terlaksananya proses penilaian bagi seluruh siswa SMK kelas XII atau kelas XIII melalui serangkaian kegiatan uji kompetensi yang dilaksanakan secara efektif, efisien, dan terukur serta diterbitkannya sertifikat kompetensi, sertifikat uji kompetensi, atau yang setara bagi seluruh peserta uji yang dinyatakan kompeten sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh.
Untuk mengunduh file pedoman UKK (Uji Kompetensi Keahlian) SMK Tahun Pelajaran 2019/2020, admin sudah menyiapkannya pada link dibawah ini. Admin siapkan dalam dua file, yaitu dalam format PDF dan Word
1. Pedoman UKK SMK Tahun Pelajaran 2019/2020 (PDF)
2. Pedoman Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun Pelajaran 2019/2020 (Word)

“Merdeka Belajar” Empat Pokok Kebijakan Pendidikan Oleh Kemdikbud

gurudikdasmen.com - Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”. Program tersebut meliputi:
Empat Pokok Kebijakan Merdeka Belajar
Empat Pokok Kebijakan Merdeka Belajar
  1. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), 
  2. Ujian Nasional (UN), 
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan;
  4. Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Empat Pokok Kebijakan Merdeka Belajar

Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran kedepan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN, kata Mendikbud, pada tahun 2020 akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya). 
Dengan itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa. Anggaran USBN sendiri dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

Selanjutnya, mengenai ujian UN, tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11), sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS.

Tiga komponen inti RPP

Sedangkan untuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kemendikbud akan menyederhanakannya dengan memangkas beberapa komponen. Dalam kebijakan baru tersebut, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari :
  1. Tujuan pembelajaran, 
  2. Kegiatan pembelajaran, dan; 
  3. Asesmen. 
Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), Kemendikbud tetap menggunakan sistem zonasi dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.

Komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi.

Mendikbud berharap pemerintah daerah dan pusat dapat bergerak bersama dalam memeratakan akses dan kualitas pendidikan “Pemerataan akses dan kualitas pendidikan perlu diiringi dengan inisiatif lainnya oleh pemerintah daerah, seperti redistribusi guru ke sekolah yang kekurangan guru.

Dengan kebijakan ini guru dapat lebih fokus pada pembelajaran siswa dan siswa pun bisa lebih banyak belajar.

Sumber: https://www.kemdikbud.go.id/

Panduan Aplikasi Verval PD NISN Integrasi Terbaru Tahun 2020

gurudikdasmen.com - Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kemendikbud merilis aplikasi verval PD yang terintegrasi. Aplikasi verval PD ini mengintegrasikan peserta didik pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan masyarakat dan peserta didik dari satuan pendidikan dibawah kementerian pendidikan agama yang tujuannya adalah untuk meningkatkan validitas data peserta didik dalam rangka meningkatkan tata kelola/manajemen pendidikan yang lebih luas.

Aplikasi Verval PD NISN Integrasi Tahun 2020

Untuk memulai menggunkan aplikasi verval PD ini langkah-langkah yang harus dilewati yaitu: 
  1. Buka aplikasi web browser yang digunakan oleh Anda, kemudian masukkan alamat vervalpd.data.kemdikbud.go.id di address bar.
  2. Masukkan username dan password yang sudah didaftarkan di aplikasi SDM, kemudian klik tombol Log In.
Setelah halaman utama terbuka, Anda akan melihat tampilan baru dari aplikasi Verval PD yang berbeda dari aplikasi sebelumnya. Pada halaman dashboard tersebut ditampilkan dua menu utama, yaitu Menu Data dan Menu Pengolahan beserta dengan Grafik Perbandingan antara Data Peserta Didik Valid dan Data Peserta Didik Tidak Valid (Residu) dan Grafik Perbandingan antara: Total Pengajuan Perubahan Data, Jumlah Perubahan Data Disetujui, dan Jumlah Perubahan Data Ditolak.

Pada Menu Data terdapat Sub Menu Peserta Didik digunakan untuk menampilkan siswa/peserta didik secara keseluruhan, sedangkan Sub Menu Residu untuk menampilkan identitas peserta didik/siswa yang masih memiliki beberapa permasalahan dan perlu dilakukan validasi. Data dinyatakan Tidak Valid dikarenakan ada variabel yang kosong/tidak diisi atau pengisian tidak benar dan mengandung spesial karakter.

1. Menu Peserta Didik
Menu Peserta Didik berisi variabel master peserta didik seperti NISN, NIK, Nama Siswa, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung, Jenis Kelamin, dan Tingkat. Untuk mempermudah pencarian nama peserta didik, Anda dapat menggunakan Kolom Pencarian yang berada di pojok kanan atas. Agar legih mempermudah pencarian, Anda Cukup memasukkan beberapa karakter menurut variabel yang dicari.
Harus diperhatikan juga, apabila pada tabel NISN berwarna kuning, itu berarti peserta didik tersebut belum memiliki NISN dan jika pada tabel NIK berwarna merah, berarti peserta didik tersebut belum mengisikan NIK. Untuk menampilkan profil siswa, anda dapat membukanya dengan cara menekan icon peserta didik. Pada laman Profil Siswa tersebut berisi Data Atribut, Orang Tua, Longitudinal, dan Quality Control

Aplikasi Verval PD NISN Integrasi Tahun 2020



2. Menu Residu
Pada Menu Residu ini berisi tabel kelengkapan variabel data peserta didik. Perlu diperhatikan juga pada menu residu ini menampilkan siswa/peserta didik yang masih terdapat kesalahan datanya. Untuk mengenali kesalahan atau permasalahan yang harus dilakukan validasi, Anda dapat mengetahuinya dari:
  1. Apabila data peserta didik sesuai maka akan dicentang warna hijau. Namun apabila data peserta didik tidak sesuai/ kosong maka akan disilang merah.
  2. Untuk Kolom Rombel/Sekolah bila dicentang hijau maka keterangannya “Unik”. Apabila disilang merah maka keterangannya “Siswa Teridentifikasi Mempunyai Lebih dari 1 Rombel/Sekolah”.
  3. Untuk Kolom NISN bila dicentang hijau maka keterangannya “Unik”. Apabila disilang merah maka keterangannya ada beberapa kemungkinan yaitu; “NIS Kosong”, “NISN Tidak Sesuai dengan Format”, dan “NISN Dipakai Lebih dari 1 Record”.
  4. Untuk Kolom Nama bila dicentang hijau maka keterangannya “Konsisten”. Apabila disilang merah maka keterangannya ada beberapa kemungkinan yaitu; “Nama Kosong”, “Nama Kurang dari 3 Huruf”, dan “Nama Mengandung Spesial Karakter atau Angka”.
  5. Untuk Kolom Tempat Lahir bila dicentang hijau maka keterangannya “Konsisten”. Apabila disilang merah maka keterangannya ada beberapa kemungkinan yaitu; “Tempat Lahir Kosong”, “Tempat Lahir Kurang dari 3 Huruf”, dan “Tempat Lahir Mengandung Spesial Karakter atau Angka”.
  6. Untuk Kolom Tanggal Lahir bila dicentang hijau maka keterangannya “Konsisten”. Apabila disilang merah maka keterangannya ada 2 kemungkinan yaitu; “Tanggal Lahir Kosong” dan “Tanggal Lahir Tidak Logis”.
  7. Untuk Kolom Ibu Kandung bila dicentang hijau maka keterangannya “Konsisten”. Apabila disilang merah maka keterangannya ada beberapa kemungkinan yaitu; “Nama Ibu Kandung Kosong”, “Nama Ibu Kandung Kurang dari 3 Huruf”, dan “Nama Ibu Kandung Mengandung Spesial Karakter atau Angka”.
  8. Untuk Kolom NIK bila dicentang hijau maka keterangannya “Unik”. Apabila disilang merah maka keterangannya ada 2 kemungkinan yaitu; “NIK Kosong” dan “NIK dipakai oleh lebih dari 1 Record”.

Aplikasi Verval PD NISN Integrasi Tahun 2020

3. Menu Edit NISN
Jika terdapat kesalahan pada NISN atau NISN ganda dengan siswa lain dan Anda akan melakukan klaim atas NISN tersebut, Anda dapat menggunakan pilihan Menu Edit NISN. Untuk mempermudah pencarian peserta didik, gunakan kolom Daftar Siswa, kemudian pilih siswa yang akan di edit NISNnya, maka akan muncul tabel Data NISN Saat Ini yang berada di arsip. Data-data tersebut meliputi; NISN, NIK, Nama siswa, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung, dan Jenis Kelamin.

Selain itu pada bagian atas tabel terdapat kolom isian NISN baru atau NISN yang akan di klaim. Kemudian ketikan NISN baru atau NISN yang akan diklaim dengan syarat NISN tersebut adalah “NISN yang tidak terpakai oleh siswa aktif dan yang tercatat di data arsip”.

Setelah mengisikan NISN Baru atau NISN yang akan diklaim, kemudian ‘klik’ tombol “Cek Data Master”. Kemudian akan muncul “Tabel Indeks Kemiripan”. Pada tabel tersebut akan ditampilkan indeks kemiripan data arsip NISN Baru atau NISN yang akan diklaim dibandingkan data arsip NISN Lama atau yang sedang digunakan saat ini.

Data variabel identitas yang dibandingkan kemiripannya meliputi NIK, Nama Siswa, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung, dan Jenis kelamin. Setiap variabel identitas memiliki indeks kemiripan masing-masing dengan indeks kemiripan maksimal yaitu 100, yang artinya data tersebut mirip/ sama. Indeks kemiripan yang muncul merupakan hasil dari pengelohan sistem.

Aplikasi Verval PD NISN Integrasi Tahun 2020

Setiap Variabel Identitas memiliki Indeks Kemiripan masing- masing yang kemudian akan dijumlahkan semua dan dibagi dengan jumlah variabel identitas. Dari situ akan muncul Indeks Kemiripan keseluruhan.
“Menu Update akan terbuka jika indeks kemiripan (keseluruhan) lebih dari 80”. Apabila Indeks Kemiripan 80 ke bawah maka tidak dapat Upload Dokumen Pendukung (Ijazah atau Print Screen NISN), dan akan muncul simbol larangan apabila cursor mouse diarahkan pada tombol browse file dan update data. Apabila Indeks Kemiripan lebih dari 80 maka dapat Upload Dokumen Pendukung dan dapat Update Data.

Data pengajuan edit NISN yang di update kemudian akan masuk ke Tabel Pengajuan Edit NISN. Di dalam tabel tersebut tertera kolom Tanggal Pengajuan, NISN Lama, NISN Baru, Nama Siswa, Status Pengajuan, dan Keterangan.

Apabila dalam kolom status muncul icon kotak warna orange berarti pengajuan masih “Proses”, bila muncul icon centang warna hijau berarti pengajuan “Disetujui”, dan bila muncul icon silang warna merah berarti pengajuan “Ditolak”. Dan Aproval Pengajuan Edit NISN ini dilakukan oleh PDSPK.

4. Menu Edit Identitas
Sama dengan Menu Edit NISN, untuk mengedit Identitas, Anda dapat langsung melakukan pencarian siswa dengan cepat pada kolom Daftar Siswa yang akan di edit data variabel identitasnya.

Setelah dipilih nama siswa, kemudian edit variabel identitas yang belum sesuai, seperti NIK, Nama Siswa, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung, dan Jenis Kelamin. Setelah itu ‘klik’ tombol Validasi Data untuk melanjutkan upload dokumen dengan catatan indeks validasi lebih dari 85.
Apabila indeks validasi kurang dari 85 (perubahan veriabel identitas terlalu signifikan) atau indeks validasi 100 (sama sekali tidak ada perubahan), maka tidak dapat melakukan upload dokumen dan Menu Update tidak akan terbuka. Apabila indeks validasi lebih dari 85 dapat melanjutkan upload dokumen. Pilih dokumen yang ingin diupload, dapat berupa Akte Kelahiran atau Kartu Keluarga dalam format JPG/ JPEG/ PNG maksimal 1mb. Setelah itu ‘klik’ Update Data.

Aplikasi Verval PD NISN Integrasi Tahun 2020

Variabel Identitas yang dilakukan edit/ perubahan, pada kolom tabel Pengajuan Edit Identitas diberikan latar berwarna merah sebagai penanda. Pengajuan Edit Identitas yang berhasil diupload kemudian akan masuk ke Tabel Pengajuan Edit Identitas.

Di dalam tabel tersebut tertera kolom Tanggal Pengajuan, NIK Lama dan Baru, Nama Siswa Lama dan Baru, Tempat Lahir Lama dan Baru, Tanggal Lahir Lama dan Baru, Ibu Kandung Lama dan Baru, Jenis Kelamin Lama dan Baru, Status Pengajuan, dan Keterangan.

Apabila dalam kolom status muncul icon kotak warna orange berarti pengajuan masih “Proses”, bila muncul icon centang warna hijau berarti pengajuan “Disetujui”, dan jika muncul icon silang warna merah berarti pengajuan “Ditolak”.

Penolakan pengajuan edit identitas disertai keterangan penolakan yang dapat dilihat di kolam keterangan, sehingga dipat diketahui dimana letak kesalahannya. Aproval Pengajuan Edit Identitas dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota/Provinsi/Kantor Wilayah Kementerian Agama.