08 April 2020

Infografis PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Tahun 2020

DAFTAR ISI [Tampil]
gurudikdasmen.com - Sesuai dengan tujuan dari PPDB yaitu perluasan akses layanan pendidikan dan pemerataan mutu pendidikan yang transparan, akuntabel, objektif, berkeadilan dan nondiskriminatif. Maka pemerintah melalui emendikbud telah mengeluarkan Permendikbud No. 44 Tahun 2019 Tentang PPDB pada tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Infografis PPDB tahun 2020 ini dibuat berdasar pada Permendikbud No. 44 Tahun 2019

Infografis PPDB Tahun 2020 ini dibuat sesuai dengan Permendikbud No. 44 Tahun 2019 yang bertujuan untuk mendorong peningkatan akses layanan pendidikan, digunakan sebagai pedoman bagi kepala daerah untuk membuat kebijakan teknis pelaksanaan PPDB dan kepala sekolah dalam melaksanakan PPDB.

Jalur dan Pembagian Kuota PPDB

Pembagian kuota tersebut meliputi berdasarkan jalur zonasi minimal 50%, jalur afirmasi minimal 15%, jalur perpindahan tugas orang tua/wali minimal 5% dan jalur prestasi maksimal 30%. Pada jalur prestasi ini dibuka apabila masih terdapat sisa kuota dari pelaksanaan tiga jalur lainnya.

1. Jalur Zonasi

Zonasi adalah jalur yang disediakan bagi peserta didik yang telah tinggal dalam satu zona selama minimal satu tahun. Bukti tinggal dibuktikan dengan kartu keluarga surat keterangan dari ketua RT/RW yang dilegalisir pejabat berwenang. Untuk jalur zonasi tidak ada proses seleksi menggunakan tes/UN/Ujian Sekolah dan bentuk seleksi yang digunakan di jalur prestasi. Jalur ini juga berlaku bagi siswa penyandang disabilitas.

Tugas Pemerintah Daerah
  1. Menetapkan dan memastikan semuah wilayah administrasi sudah terbagi dalam wilayah zonasi. 
  2. Penetapan dilakukan melalui rapat dengan Kelompok kerja Kepala Sekolah. 
  3. Memastikan ketersediaan daya tampung di tiap jenjang pendidikan. 
  4. Apabila ada sekolah yang lokasinya berada di perbatasan, masing-masing Pemda dapat mengambil kesepakatan tertulis. 
  5. Melaporkan hasil penetapan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui LPMP.

2. Jalur Afirmasi

Afirmasi adalah jalur yang disediakan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu. Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah.

Tugas Pemerintah Pusat dan Daerah
Pemerintah pusat dan daerah wajib melakukan verifikasi data dan fakta di lapangan serta menindaklanjuti hasil verifkasi sesuai perundang-undangan.

3. Jalur Perpindahan Tugas Orang tua/Wali

Perpindahan tugas orang tua/wali adalah jalur yang disediakan bagi peserta didik ketika lokasi pekerjaan orang tua/wali dipindah tugaskan. Hal tersebut dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.
Tugas Pemerintah Pusat dan Daerah
Pemerintah pusat dan daerah wajib melakukan verifikasi data dan fakta di lapangan serta menindaklanjuti hasil verifikasi sesuai perundang-undangan.

4. Jalur Prestasi

Prestasi adalah jalur yang disediakan bagi peserta didik yang memiliki prestasi akademik dan non akademik. Hal tersebut dibuktikan dengan prestasi yang diterbitkan paling singkat enam bulan dan paling lambat tiga tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. Untuk jalur prestasi tidak berlaku untuk jalur pendaftaran calon peserta didik baru pada TK dan kelas 1 (satu) SD. 

Jalur Prestasi ditentukan berdasarkan: 
  1. Nilai Ujian Sekolah atau Ujian Nasional dan/atau 
  2. Perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik ataupun non akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota.

Infografis PPDB tahun 2020 ini dibuat berdasar pada Permendikbud No. 44 Tahun 2019

Sekolah yang Tidak Perlu Menerapkan Sistem Zonasi

Pada infografis PPDB Tahun 2020 tersebut juga dijelaskan beberapa sekolah yang tidak perlu untuk menetapkan sistem zonasi. Berikut ini adalah sekolah-sekolah yang tidak menerapkan sistem zonasi (Non Zonasi) antara lain:
1. SMK Negeri
2. Sekolah Swasta
3. Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)
4. Sekolah di Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)
5. Sekolah Pendidikan Layanan Khusus
6. Sekolah Berasrama
7. Sekolah Pendidikan Khusus
8. Sekolah di Daerah yang Kekurangan Peserta Didik dan;
9. Sekolah Kerja Sama.


Aturan PPDB Sesuai Permendikbud No. 44 Tahun 2019

Sesuai dengan Permendikbud No. 44 Tahun 2019, pada gambar dibawah ini telah diterapkan aturan yang benar. Seperti contoh:
  • Kabupaten B dapat tidak menyediakan jalur prestasi karena kuota sudah terpenuhi melalui jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua/wali.
  • Kabupaten D menyalahi aturan dengan memberikan kuota 40% untuk jalur prestasi (melampaui batas maksimal 30%). Selain itu, jalur zonasi menjadi 40% (lebih kecil dari batas minimal).
Infografis PPDB tahun 2020 ini dibuat berdasar pada Permendikbud No. 44 Tahun 2019

Peran Para Pemangku Kepentingan

Pemerintah Pusat memberikan fleksibilitas kepada Pemerintah Daerah terkait alokasi siswa berdasarkan zonasi. Pemerintah Daerah menjelaskan aturan dan latar belakang penentuan wilayah zonasi kepada masyarakat dan melapor kepada Kemendikbud tentang pelaksanaan PPDB sebagai bentuk monitor dan evaluasi. Sedangkan Masyarakat mengawasi poses PPDB 2020 untuk mendorong akuntabilitas dari implementasi Permendikbud 44 No. 2019.

bm

Media informasi berbasis online bagi guru pendidikan dasar dan menengah, yang menyajikan informasi seputar dunia pendidikan di Indonesia.

64 Comments

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak memasang link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...

  1. Trims infonya bang, kebetulan 3 anak saya mau lulusan dari sekolahnya masing2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa melanjutkan ke jenjang berikutnyan ya bang...

      Hapus
    2. Bermanfaat banget ya, Pak. Jadi bisa siapin apa aja yang dibutuhin nantinya.

      Hapus
  2. Ke sekolah swasta aja kali ya biar gk ada zonasi zonasian..heheh

    BalasHapus
  3. Jadi sebenernya sistem zonasi itu emang ada tujuan baiknya ya. Biar ngga numpuk di satu daerah aja. Cuma, untuk proses adaptasi ini memang masih sulit. Soalnya prosesnya juga lumayan panjang. Kaya minta surat dari RT, RW gitu. Tapi, ini jadi pemahaman baru biar nanti bisa nyiapin apa aja yang dibutuhin buat daftar sekolah negeri

    BalasHapus
  4. Wah info penting ini
    Aku ijin share linknya ke grup keluarga ya mas
    Ada beberapa keponakan yang lulus tahun ini
    Dan sepertinya mereka butuh info ini

    BalasHapus
  5. Pada pelaksanaannya di tahun sebelumnya, program zonasi ini sedikit banyak mengalami kendala. Semoga di tahun ini implementasnya bisa berjalan dgn baik

    BalasHapus
  6. semoga lancar deh PPDB tahun ini karena ada pendemi seperti ini. Semangat untuk anak anak dan adik adik yang mencari sekolah baru

    BalasHapus
  7. Terima kasih infonya. Penerimaan peserta didik udah banyak perubahan sistemnya. Beda sama dulu. Artikelnya membantu banget buat siswa-siswa sekarang

    BalasHapus
  8. Btw tahun ini adalah tahun kedua diterapkannya sistem zonasi ya. Semoga dengan konsep seperti ini, peserta didik setiap sekolah terpenuhi karena mereka diharuskan memilih sekolah terdekat dengan domisili

    BalasHapus
  9. Ternyata tiap tahun aturannya berubah, sekarang jadi lebih paham. Bisa jadi bahan pertimbangan di tahun depan

    BalasHapus
  10. Terima kasih pak, lengkap sekali informasinya. semoga manfaat menjelang PPDB mendatang.

    BalasHapus
  11. Saya bisa bayangin gimana rempongnya ini emak-emak yang mau mendaftarkan anaknya sekolah. Di beberapa daerah bahkan ada yg pindah KTP demi anaknya bisa sekolah di sekolah pilihannya. Tapi yah yg namanya aturan harus dipatuhi. Saya yakin tujuannya juga baik. Thanks for sharing.

    BalasHapus
  12. Keadaan pandemi gini jd faham, guni mungkin homeschooling hehe
    Semoga pendidikan Indonesia makin baik ya

    BalasHapus
  13. Keadaan pandemi gini jd faham, guni mungkin homeschooling hehe
    Semoga pendidikan Indonesia makin baik ya

    BalasHapus
  14. Wah terima kasih ya infonya. Lumayan memberi pemahaman karena tiap tahun masalah jalur masuk sekolah ini diperbincangkaan.

    BalasHapus
  15. Kalau saya dulu daftar sekolah ya tinggal daftar saja. Sekarang beda ya, jadi harus paham sistem/alur pendaftarannya. Apakah mau pakai jalur zonasi, afirmasi, jalur perpindahan tugas wali atau jalur prestasi.

    Terima kasih infonya, sangat membantu sekali bagi orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi...

    BalasHapus
  16. Sepertinya nggak beda dengan peraturan PPDB tahun 2019 ya, ya? Tahun lalu aku nggak ikut PPDB ke sekolah negeri. Anakku langsung kumasukkan ke SMP swasta di pendaftaran gelombang 1. Udah hitung-hitungan, kalau pakai zonasi, pasti terpental karena di tempatku banyak permukiman pendudukan dan SMP Negeri cuma ada 1.

    BalasHapus
  17. Yang jalur Afirmasi moga lebih selektif lagi, gak kayak tahun-tahun sebelumnya yang banyak pura-pura miskin cuma biar anaknya diterima negeri

    BalasHapus
  18. Jalur zonasi ini yg bikin berat karena lebih pada zona karena bs jadi anak punya kemampuan tp g dpt SMK yg sesuai minat bakat karena tiap kabupaten kota beda2 sebarannya

    BalasHapus
  19. Bagaimana kabarnya jalur online bang? Apakah masih digunakan juga?

    BalasHapus
  20. Dengan kondisi yang sekarang, semoga aman-aman saja ya dan tidak terkendala suatu apapun dalam pendaftaran siswa baru.

    BalasHapus
  21. Ini informasi yang berguna banget buat siswa/siswi yang akan melanjutkan pendidikan ke tahap selanjutnya.

    Dan meskipun menggunakan sistem zonasi , semoga tak menyurutkan niat siswa-siwsi yang berada di daerah menempuh ilmu.
    Apalagi sekarang bisa di akses lewat internet informasi-informasi yang diperlukan agar merasa tidak ketinggalan info seputar PPDB

    BalasHapus
  22. Di masa pandemi corona ini apakah akan ada perubahan berkaitan dengan PPDB?

    BalasHapus
  23. zonasi tetep aja ada lagi. prakteknya di lapangan gara2 peraturan ini banyak yang membuat KK baru, bukan katanya, saksi hidup banyak. duh negeriku.

    BalasHapus
  24. Pertama kali penerapan zonasi ini banyak orangtua yang mengeluh karena ingin menyekolahkan anaknya di tempat yang terbaik. Eeh rupanya hanya bagi sekolah negeri saja toh.. sekolah swasta gak ada sistem zonasi ya kan bang..

    BalasHapus
  25. Ke sekolah swasta gak ada zonasi y kak

    BalasHapus
  26. Cara evaluasi PPDB ini agar tepat sesuai sasarannya seperti apa kak? Berarti benar ya pendapat sebagian orang yg menyatakan, ga perlu lagi nilai tinggi untuk mendapatkan atau masuk sekolah unggulan (tanpa jalur prestasi) hanya karena zonasi dia berada di sekolah unggulan tadi kak...

    BalasHapus
  27. saya punya adik di kampung (beda provinsi) dan masih SMP kelas 2. Semisal mau disekolahkan di kota saya SMA nanti, misal SMAN 2 di kota saya. Apa harus sejak dini diajak tinggal di kota saya supaya nanti bisa masuk?
    Mohon sarannya bang.. saya kurang paham kebijakan pendidikan soalnya.

    BalasHapus
  28. Sekolah yang menerapkan sistem zonasi ini sebenarnya sangat merugikan bagi anak-anak sendiri. Karena nggak semua memiliki rumah dengan lingkungan zona sekolah yang favorit.

    BalasHapus
  29. Ternyata ada banyak jalur dalam PPDB, cuma beberapa waktu yang lalu masyarakat heboh dengan sistem zonasi ya. Padahal kalau siswa yang berprestasi bisa masuk ke sekolah favorit dengan jalur prestasi.

    BalasHapus
  30. udah banyak perubahan banget ya sekarang tuh, zaman saya mah pakai nilai NEM. mau sekolah dimana juga bebas haha, sekarang ada sistem zonasi yang bikin pusing ortu kadang ya. dulu zaman kakak saya juga ada sistem zonasi tapi sekarang diterapkan lagi. untung pas saya sekolah enggak ada, aman mau sekolah di mana pun hehe.

    BalasHapus
  31. Infonya bermanfaat kebetulan.ponakan ada yg mau masuk SMA. Ternyata aturan zonasi untuk SMA negeri masih berlaku ya..apalagi SMA negeri favorit ..baiklah terima kasih infonya kak

    BalasHapus
  32. Memang untuk urusan penerimaan siswa baru ini cukup menguras energi juga untuk para orang tua. Sebagai guru pun saya banyak kerjaan saat menghadapi penerimaan siswa begini tapi dengan adanya pembagian kuota begini bisa jauh lebih mudah.

    BalasHapus
  33. Lebih terarah ya dengan infografis PPDB seperti ini ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan jelas kak... sehingga kita terinformasikan dengan baik dan memudahkan untuk menyusun langkah berikutnya ya

      Hapus
  34. Wah sekarang untuk ppdb udah beda banget ya sama jaman aku dulu... Sekarang keponakan aku nih yang kayak gini. Untung sekolah tujuan keponakanku dalam satu zonasi, jadi ga ribet.

    BalasHapus
  35. Waahh infonya sangat bermanfaat.
    Ponakanku bersiap masuk SMA tahun ini

    BalasHapus
  36. Sistem zonasi ini memang kadang membingungkan ya
    Mudah-mudahan dengan banyaknya yang menulis tentang info ini gak lagi bikin para ortu kebingungan saat anak akan lanjut ke jenjang yang lebih tinggi

    BalasHapus
  37. Belum terlalu mikirin ttg zonasi sekolah, soalnya bocah2 masih balita. Tp udah mulai mencoba update ttg syarat penerimaan murid baru dan istilah2 yg ada terkait pendidikan di Indonesia. Biar nanti pas anak2 udah mulai sekolah ga kudet2 amat.

    BalasHapus
  38. Terima kasih untuk infonya. Aku jadi tau tujuan dari zonasi ini. Hanya perlu waktu dan seperti sulit diterima aja, hihi. Aku kasih info ini ke kakak krn anaknya mau masuk SMP ��

    BalasHapus
  39. Pas banget ini lagi cari update info sistem Zonasi sekarang, makasih yah ulasannya kak

    BalasHapus
  40. Ternyata banyak juga sekarang jalurnya ya, semoga bagi yang mendaftar dapat sekolah yang tepat yaaa

    BalasHapus
  41. Hanya sekali saya mengalami sistem zonasi ini, yakni saat akan menyekolahkan anak nomor duaku ke jenjang SMP. Lumayan, bikin ribet, hehehe.
    Setelah itu, kami sekeluarga pindah ke luar negeri dan anak-anak sekolah di sana. Goodbye deh zonasi.

    BalasHapus
  42. Semoga PPDB tidak mengganggu proses belajar mengajar si anak dan guru ya. Kini semua harus belajar online akibat pandemi corona ini. Semoga pandemi ini lekas pulih dan masyarakat terutama anak-anak dan guru bisa belajar sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  43. Dunia pendidikan terus bergerak mengikuti kondisi sekarang. Seperti contohnya demi mengurangi kemacetan diterapkan sistem zonasi

    BalasHapus
  44. PPDB tahun 2020, sepertinya bakalan lebih sulit, karena tanpa adanya ujian akhir bagi kelas 6 SD dan 9 SMP maka rentan digenjot nilai-nilai rapornya supaya anak murid bisa masuk ke jenjang berikutnya lebih mudah.

    BalasHapus
  45. Aku fikir sistem zonasi itu wajib di tiap sekolah. Ternyata enggak ya kak. Ada beberapa sekolah yang nggak mesti make sistem zonasi. Sekolah swasta misalnya.

    BalasHapus
  46. Aku fikir sistem zonasi itu wajib di tiap sekolah. Ternyata enggak ya kak. Ada beberapa sekolah yang nggak mesti make sistem zonasi. Sekolah swasta misalnya.

    BalasHapus
  47. Ini yang saya bayangkan adalah kerepotan orangtua kadang sekolah yang diinginkan tidak masuk zonasi kan repot ya

    BalasHapus
  48. Membantu bgt buat adek-adek yang udah mau lulus nih. Jalur afirmasi juga membantu bgt buat uang benar-benar ingin belajar tapi kurang mampu

    BalasHapus
  49. Sistem zonasi yang masih sering jadi perbincangan guru2 nih. Katanya prestasi belajar siswa2nya menurun karena tidak ada seleksi tes pengetahuan saat pendaftaran. Padahal tujuannya baik juga sih untuk menyamakan hak semua anak. Toh tugas guru mencerdaskan kehidupan bangsa :D

    BalasHapus
  50. Ternyata makin ke sini banyak jalur masuknya ya, dulu jaman saya masih berdasarkan urutan NEM dan sekolah saja. Terima kasih banyak ya kak pdfnya, bisa saya simpan untuk dibagikan ke saudara yang membutuhkan :D

    BalasHapus
  51. Saya jadi tahu berbagai pengertian zonasi dan jenis jalur yang ditetapkan. Kemarin beberapa tetangga banyak yang komplain masalah zonasi ini juga.

    BalasHapus
  52. Wah, saya kudet tentang info ppdb yang sekarang. Artikel ini cukup membantu untuk disebarkan ke teman2 nih. Biar mereka update gimana masukin anak di sekolah ajaran baru nanti. Thanks kak.sejak resign saya suka abai dg info seputar pendidikan

    BalasHapus
  53. Pada masa pandemic gini, apa sudah dipersiapkan PPDB sistem yang sesuai dengan kondisi sekarang?

    Aku sih setuju zonasi agar nantinya nggak ada sekolah2 favorit. Bahwa setiap sekolah negeri harus memiliki kualitas yang sama.

    BalasHapus
  54. waahh noted nih, jadi bisa aware kalau misalnya daftarin anak sekolah tapi ditolak karena alasan zonasi jadi ada dasarnya.

    BalasHapus
  55. Sayangnya gegara zonasi banyak orang yg memalsukan KK demi masuk sekolah impian. Barangkali pemerintah perlu mengevaluasi ini

    BalasHapus
  56. Kalau lagi study at home seperti sekarang, penerimaan siswa barunya masih menggunakan sistem PPDB gitu gak ya?
    Sy penasaran jadinya.

    BalasHapus
  57. Orangtua sekarang, apalagi yang anaknya mau masuk sekolah mesti update nih soal PPDB, biar paham dan nanti gak bingung pas mau daftarin anaknya sekolah. Oh baru tau ternyata SMK Negeri gak nerapin zonasi ya, cuma SMA ya berarti?

    BalasHapus
  58. hmm, dengan situasi sekarang apakah PPDB masih tetap dapat dilakukan? semoga masih bisa dilakukan dengan tetap menjalankan social distancing. kasihan anak-anaknya kalau terlambat dapat pendidikan sesuai usia.

    BalasHapus
  59. Karena nggak ngadepin keluarga yang ada dibidang pendidikan jadinya aku kurang informasi soal ini Kak. Tapi seneng sih, sekarang sudah banyak perubahan gini ya.

    BalasHapus
  60. Saya seorang guru yang mengajar di wilayah Jakarta, bisa tidak saya menggunakan jalur anak guru untuk PPDB 2020 di wilayah Depok?

    BalasHapus
  61. Anakku sering menggunakan yang bagian C, Kak. Pindah sekolah karena turut tugas orang tua. Dari Tangerang Selatan, ke Sumatera Selatan, ke Maluku Utara, lalu balik lagi ke Sumatera Sekatan.

    BalasHapus
avatar
Admin Guru Dikdasmen Online
Welcome to Guru Dikdasmen blog