Thursday, September 3, 2020

Anak Malas Mengerjakan PR, Begini Cara Atasinya

Bagi sebagian anak, mendapatkan tugas dari guru untuk mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) menjadi hal yang sangat menyebalkan. Mereka beranggapan, memperoleh tugas belajar di rumah akan menambah beban, karena di rumah adalah saatnya untuk bermain bersama teman-temannya atau menghabiskan waktu untuk beristirahat.

Berikut cara orang tua mengatasi anak malas mengerjakan PR yang diberikan guru di sekolah agar diselesaikan di rumah.

Apalagi di zaman yang serba canggih saat ini, kemudahan mengakses dunia luar melalui internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh anak-anak usia sekolah agar giat belajar. Anak-anak lebih tertarik bermain games online ataupun tampil alay di media sosial dibandingkan belajar.

Dengan majunya teknologi, hampir sebagian anak pun telah ikut melek internet. Hal itu tak jarang anak-anak menggunakan waktunya di rumah untuk bermain games online bersama temannya melalui layar smartphone ataupun komputer. Tak ayal hal itu menghambat anak untuk rajin belajar.

Manfaat Mengerjakan PR bagi Anak

Padahal, dengan guru memberikan tugas dari pelajaran yang telah diajarkan di sekolah untuk dikerjakan di rumah memiliki tujuan dan manfaat yang baik untuk anak. Beberapa manfaat yang diperoleh diantaranya:
  1. Anak dapat mengatur waktu belajar di rumah
  2. Melatih tanggung jawab atas tugas yang diberikan oleh guru
  3. Mereview atau mengingat-ingat kembali pelajaran yang telah disampaikan oleh guru di sekolah
  4. Melatih keterampilan anak untuk dapat mengukur sejauh mana penguasaan materi yang di peroleh di sekolah oleh guru
  5. Melatih memecahkan masalah pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi.

Oleh sebab itulah peranan orang tua saat ini sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak belajar, termasuk mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurunya di sekolah.
Yang Anda cari:

Cara Mengatasi Anak Malas Mengerjakan PR

Berikut ini adalah cara orang tua mengatasi anak yang malas mengerjakan PR yang diberikan oleh guru di sekolah untuk dikerjakan di rumah dan dapat selesai tepat waktu.

Bertanya Tentang Pelajaran Pada Anak

Tanyakan pada anak mengenai pelajarannya selama seharian di sekolah, tanyakan pula mengenai tugas yang diberikan oleh guru yang harus dikerjakan di rumah. Dengan cara seperti itu, setidaknya orang tua telah menunjukan perhatian belajar anaknya selama di sekolahnya.

Ajari Anak Mengatur Waktu

Ajarkan pada anak bagaimana cara mengatur waktu dengan membuat jadwal belajar di rumah. Berikan motivasi pada anak untuk mengerjakan tugas di rumah pada waktu tertentu secara rutin.

Berikan Tempat Khusus Belajar

Pastikan anak memiliki tempat khusus untuk mengerjakan PR, baik itu ruang belajar maupun meja belajar yang unik agar anak lebih betah. Selain itu berikan pencahayaan ruangan yang cukup nyaman dan jauhkan dari suara yang mengganggu konsentrasi belajar.
Baca juga:

Batasi Aktivitas Anak Berlebih

Penyebab anak malas mengerjakan PR diantaranya dikarenakan karena anak sudah kelelahan dengan aktivitasnya di sekolah maupun karena bermain. Maka, pastikan anak mendapatkan istirahat dan tidur siang yang cukup, karena dengan istirahat yang cukup dapat menjaga konsetrasi anak saat belajar.

Jadi Teman Belajar Anak

Peran serta orang tua sangatlah penting. Orang tua harus mampu menjadi teman belajar yang menyenangkan sehingga anak memiliki teladan dan semangat untuk belajar.

Berikan Pujian

Berilah pujian pada anak tiap kali selesai mengerjakan tugas di rumah. Dengan memberikan pujian pada anak, orang tua telah menghargai kerja keras anak. Selain itu dapat motivasi anak untuk lebih rajin belajar dan tidak ada kata malas lagi untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Penutup

Dengan mengerjakan PR (pekerjaan rumah), bagi anak merupakan kesempatan untuk meningkatkan  prestasi belajarnya. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai sarana penghubung antara guru atau sekolah dengan keluarga. Melalui pemberian tugas di rumah juga hal itu merupakan metode mengangkat kualitas hasil belajar anak.

bm

Media informasi berbasis online bagi guru pendidikan dasar dan menengah, yang menyajikan informasi seputar dunia pendidikan di Indonesia.

14 Comments

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak memasang link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...

  1. Wah ini yang aku cari, mmhh bagi waktu ternyata salah satu nya, benar anakku tak bisa mengatur waktu dengan baik. Siap laksanakan.

    ReplyDelete
  2. aku biasanya mendampingi mereka belajar, sesekali aku coba menggunakan mainan buat mempermudah penjelasan. Misal make balok lego atau uno buat ngajarin penjumlahan dan perkalian

    ReplyDelete
  3. Jujur, nggak semua orangtua bisa dan bersedia jadi teman belajar yang menyenangkan untuk anak. Semoga banyak yang membaca tulisan ini agar orangtua pun termotivasi untuk jadi teman belajar yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  4. Ini anakku banget, mereka males ngerjain PR karena ga tertarik sama pelajaran sekolah. Akhirnya dibuat skedul khusus buat menuntaskan PR sebelum boleh mengerjakan hobi seperti menggambar dan main robot. Terutama harus dibatasi main sama gawai karena potensi ketagihan luar biasa. Mendampingi mereka belajar juga solusi jitu, biar merasa diperhatikan.

    ReplyDelete
  5. Kalau sekarang mah nggak ada PR lagi, ya. Belajarnya udah dari rumah terus :D
    Tapi tetap sih, peran pendampingan ortu dibutuhkan banget :)

    ReplyDelete
  6. Memberikan pujian dan reward adalah hal yang disukai anak saya. Maka ketika PRnya selesai saya sering melakukan itu dan hal ini memotivasinya untuk menyelesaikan PR selanjutnya.

    ReplyDelete
  7. Gemes ya saat bertanya ke anak ada PR apa enggak, eh dia bilang aman Moms. Pas kita kroscek ke gurunya ternyata hati itu ada 3 PR buat si Kecil. Tipsnya menarik sekali, nanti saya praktekkan deh

    ReplyDelete
  8. Mengatur waktu memang sangat penting dan orang tua sangat berperan penting di dalamnya. Terima kasih atas tips dan sharingnya ya.

    ReplyDelete
  9. Kalau aku sih sudah perjanjian di awal biasanya, kalau mau main maka kewajibannya harus sudah dikerjakan dulu. Kalau misal banyak tugasnya, maka dikasih waktu jeda untuk istirahat main sepeda atau main-main yang lain 15 - 30 menit baru lanjut lagi. Intinya sih memang membiasakan anak disiplin dan orangtua juga harus siap mendampingi.

    ReplyDelete
  10. Kebetulan anak saya baru mau sekolah tahun depan, mungkin cara ini bisa saya terapkan bila nanti dia sudah masuk sekolah dan dapat tugas dari sekolahnya.

    ReplyDelete
  11. nah iya kadang anak males kerjain pr, apalagi pandedmi gini harus diberi perhatian lebih mengenai belajar anak ini, biar mereka ga jenuh dan ngerjain pr dengan senang

    ReplyDelete
  12. Sedang berusaha bonding ke anak lewat PR
    Banyak hal yang kami bisa eksplor satu sama lain dari PR

    ReplyDelete
  13. Perlu didampingi atau mengajak anak diskusi juga kak ketika mengerjakan PR dengan cara yang seru, jadi mindsetnya nanti beralih ke PR itu menyenangkan

    ReplyDelete
  14. Si anak malas mengerjakan PR merupakan salah satu momok menakutkan bagi setiap orang tua. Mungkin beberapa tips di atas bisa menjadi solusi yang wajib di coba untuk mengatasi permasalahan ini.

    ReplyDelete
avatar
Admin Guru Dikdasmen Online
Welcome to Guru Dikdasmen blog