Anak Malas Mengerjakan PR, Begini Cara Atasinya

Bagi sebagian anak, mendapatkan tugas dari guru untuk mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) menjadi hal yang sangat menyebalkan. Mereka beranggapan, memperoleh tugas belajar di rumah akan menambah beban, karena di rumah adalah saatnya untuk bermain bersama teman-temannya atau menghabiskan waktu untuk beristirahat.

Berikut cara orang tua mengatasi anak malas mengerjakan PR yang diberikan guru di sekolah agar diselesaikan di rumah.

Apalagi di zaman yang serba canggih saat ini, kemudahan mengakses dunia luar melalui internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh anak-anak usia sekolah agar giat belajar. Anak-anak lebih tertarik bermain games online ataupun tampil alay di media sosial dibandingkan belajar.

Dengan majunya teknologi, hampir sebagian anak pun telah ikut melek internet. Hal itu tak jarang anak-anak menggunakan waktunya di rumah untuk bermain games online bersama temannya melalui layar smartphone ataupun komputer. Tak ayal hal itu menghambat anak untuk rajin belajar.

Manfaat Mengerjakan PR bagi Anak

Padahal, dengan guru memberikan tugas dari pelajaran yang telah diajarkan di sekolah untuk dikerjakan di rumah memiliki tujuan dan manfaat yang baik untuk anak. Beberapa manfaat yang diperoleh diantaranya:
  1. Anak dapat mengatur waktu belajar di rumah
  2. Melatih tanggung jawab atas tugas yang diberikan oleh guru
  3. Mereview atau mengingat-ingat kembali pelajaran yang telah disampaikan oleh guru di sekolah
  4. Melatih keterampilan anak untuk dapat mengukur sejauh mana penguasaan materi yang di peroleh di sekolah oleh guru
  5. Melatih memecahkan masalah pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi.

Oleh sebab itulah peranan orang tua saat ini sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak belajar, termasuk mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurunya di sekolah.
Yang Anda cari:

Cara Mengatasi Anak Malas Mengerjakan PR

Berikut ini adalah cara orang tua mengatasi anak yang malas mengerjakan PR yang diberikan oleh guru di sekolah untuk dikerjakan di rumah dan dapat selesai tepat waktu.

Bertanya Tentang Pelajaran Pada Anak

Tanyakan pada anak mengenai pelajarannya selama seharian di sekolah, tanyakan pula mengenai tugas yang diberikan oleh guru yang harus dikerjakan di rumah. Dengan cara seperti itu, setidaknya orang tua telah menunjukan perhatian belajar anaknya selama di sekolahnya.

Ajari Anak Mengatur Waktu

Ajarkan pada anak bagaimana cara mengatur waktu dengan membuat jadwal belajar di rumah. Berikan motivasi pada anak untuk mengerjakan tugas di rumah pada waktu tertentu secara rutin.

Berikan Tempat Khusus Belajar

Pastikan anak memiliki tempat khusus untuk mengerjakan PR, baik itu ruang belajar maupun meja belajar yang unik agar anak lebih betah. Selain itu berikan pencahayaan ruangan yang cukup nyaman dan jauhkan dari suara yang mengganggu konsentrasi belajar.
Baca juga:

Batasi Aktivitas Anak Berlebih

Penyebab anak malas mengerjakan PR diantaranya dikarenakan karena anak sudah kelelahan dengan aktivitasnya di sekolah maupun karena bermain. Maka, pastikan anak mendapatkan istirahat dan tidur siang yang cukup, karena dengan istirahat yang cukup dapat menjaga konsetrasi anak saat belajar.

Jadi Teman Belajar Anak

Peran serta orang tua sangatlah penting. Orang tua harus mampu menjadi teman belajar yang menyenangkan sehingga anak memiliki teladan dan semangat untuk belajar.

Berikan Pujian

Berilah pujian pada anak tiap kali selesai mengerjakan tugas di rumah. Dengan memberikan pujian pada anak, orang tua telah menghargai kerja keras anak. Selain itu dapat motivasi anak untuk lebih rajin belajar dan tidak ada kata malas lagi untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Penutup

Dengan mengerjakan PR (pekerjaan rumah), bagi anak merupakan kesempatan untuk meningkatkan  prestasi belajarnya. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai sarana penghubung antara guru atau sekolah dengan keluarga. Melalui pemberian tugas di rumah juga hal itu merupakan metode mengangkat kualitas hasil belajar anak.

Pedoman Peringatan Hardiknas Tahun 2020

Berpedoman pada Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Bencana Non alam Penyebaran Covid-19 sebagai bencana Nasional, maka dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 ditengah masa pandemi Covid-19.

Pedoman Peringatan Hardiknas Tahun 2020 ini sesuai keppres RI Nomor 11 Tahun 2020


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia selaku panitia penyelenggara peringatan Hardiknas Tahun 2020 melalui surat keputusan Nomor 42518/MPK.A/TU/2020 Tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 agar:

Upacara Bendera Hardiknas Tahun 2020

  1. Meniadakan penyelenggaraan upacara bendera yang umumnya wajib diselenggarakan di setiap kantor instansi pusat dan daerah, setiap satuan pendidikan serta kantor perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri
  2. Kemendikbud menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hardiknas Tahun 2020 pada tanggal 2 Mei 2020 pukul 08.00 WIB secara terpusat, terbatas dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah tanpa mengurangi makna, semangat dan kekhidmatan acara.
  3. menghimbau instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan RI di luar negeri untuk mengikuti jalannyan upacara melalui siaran langsung di kanal YouTube Kemendikbud RI dan saluran TV Edukasi dari rumah/tempat tinggal masing-masing

Baca juga: 

Tema dan Logo Peringatan Hardiknas tahun 2020

  1. Tema peringatan Hardiknas Tahun 2020 adalah "Belajar dari Covid-19"
  2. Logo peringatan Hardiknas Tahun 2020 sebagai berikut. 
    Pedoman Peringatan Hardiknas Tahun 2020 ini sesuai keppres RI Nomor 11 Tahun 2020

  3. Logo Hardiknas serta sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dapat diunduh di laman www.kemdikbud.go.id
  4. Mengimbau agar satuan pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah serta kantor perwakilan RI di luar negeri turut memeriahkan peringatan Hardiknas Tahun 2020 melalui berbagai media publikasi cetak, elektronik serta media sosial dengan menggunakan logo dan tema diatas

Ragam Aktivitas Peringatan Hardiknas tahun 2020

  1. Mengimbau setiap satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan kantor instansi pusat dan daerah serta kantor perwakilan RI di luar negeri tidak mengadakan kegiatan/aktivitas peringatan Hardiknas Tahun 2020 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak pada suatu lokasi
  2. Aktivitas/kegiatan alternatif untuk memperingati dan memeriahkan Hari Pendidikan Nasional 2020 dapat dilakukan secara kreatif, menjaga dan membangkitkan semangat belajar dimasa Covid-19, mendorong pelibatan dan partisipasi publik, serta mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19
  3. Mengimbau insan pendidikan untuk menyaksikan program peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 "Belajar dari Covid-19" di TVRI pada Sabtu, 2 Mei 2020 Pukul 19.00 s.d. 20.30 WIB
Itulah pedoman peringatan Hardiknas Tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang ditandatangani langsung oleh Bapak. Nadiem Anwar Makarim pada tanggal 29 April 2020 di Jakarta.

Anggapan Salah Jika Kerja PNS Itu Lebih Santai

Berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil adalah salah satu impian banyak orang. Alasan masih banyak diminatinya menjadi PNS antara lain karena memperoleh penghasilan yang jelas dan mendapatkan jaminan hari tua.

Anggapan jika kerja PNS lebih santai namun memiliki penghasilan yang besar adalah anggapan yang salah

Untuk menjadi seorang abdi negara, maka harus memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh pemerintah. Mengikuti rentetan proses seleksi dari awal, mulai dari harus lolos persyaratan pendaftaran CPNS hingga diangkat secara resmi oleh pejabat yang berwenang dan diberi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diberi tugas negara lainnya.

Selain faktor gaji dan jaminan hari tua, ancaman putus hubungan kerja pun tidak akan dialami jika menjadi seorang PNS. Lain halnya dengan karyawan swasta yang setiap saat harus siap di-PHK jika perusahaan bangkrut atau melakukan efisiensi.

Anggapan Jika Kerja PNS Santai

Karena tiga alasan menjadi ASN tersebut, akhirnya masyarakat yang beranggapan jika kerja menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) itu lebih santai namun memiliki penghasilan yang besar, bahkan parahnya lagi beranggapan "Magabut" (makan gaji buta). Padahal salah jika beranggapan seperti itu.

Menjadi seorang abdi negara bukanlah pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan santai apalagi bermalas-malasan. Melayani masyarakat dengan baik dan memastikan bahwa semua masyarakat terlayani dengan sempurna adalah sebuah amanah yang sangat berat untuk diemban seorang aparatur sipil negara.

Instrumen Penilaian Prestasi Kerja PNS

Sesuai dengan PP No. 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, pencapaian kinerja PNS diukur dengan dua instrumen, yakni Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan Laporan Perilaku Pegawai. Setiap PNS wajib menyusun SKP berdasarkan rencana kerja tahunan di instansi masing-masing.

SKP tersebut memuat tugas dan target yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu. SKP yang telah disusun oleh PNS akan dinilai langsung oleh pimpinan masing-masing dan diukur dengan dokumen-dokumen yang mampu menjustifikasi pencapaian kerjanya tiap tahun.

Penilaian Langsung Dari Atasan

Instrumen Sasaran Kerja Pegawai dan Laporan Perilaku Pegawai ini berupa penilaian langsung dari atasan. Jika pegawai tersebut malas dan tidak dapat bekerja sesuai target yang terdapat dalam SKP, maka pimpinan dapat memberikan nilai yang buruk. Dan hal itu bisa berdampak pada penerimaan tunjangan kinerjanya.

Baca juga:

Jika nilai SKP yang buruk itu berlangsung secara terus-menerus, maka pegawai negeri sipil tersebut dapat dijatuhi hukuman kedisiplinan yang lebih berat.

Selain itu, pimpinan juga akan memberikan penilaian pada perilaku pegawai yang menjadi bawahannya. Perilaku kerja mencakup 6 aspek yaitu orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kerjasama dan kepemimpinan.

PNS Memiliki Etos Kerja Tinggi

Karena itulah, seorang pegawai pemerintah harus memiliki etos kerja yang tinggi dan mampu melakukan penelitian ilmiah. Hasil penelitan tersebut digunakan untuk kajian publik dan atau menentukan kebijakan sebagai tanggung jawab atas pekerjaannya.

Santai atau tidaknya pekerjaan tidak bisa digeneralisir berdasarkan dari jenis pekerjaan. Bekerja dengan santai atau bekerja keras bagai kuda itu suatu pilihan. Dimanapun bekerja dan apapun jenis pekerjaannya ada konsekuensinya masing-masing.

Bekerja dengan santai, maka konsekuensi yang didapat tidak akan menjadi siapa-siapa dan tidak bisa berkontribusi apa-apa, terlebih bagi seorang abdi negara yang memiliki tanggung jawab besar pada bangsa dan negara.

Program Belajar dari Rumah Melalui Tayangan TVRI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi meluncurkan program "Belajar dari Rumah Melalui Tayangan TVRI" sebagai alternatif belajar di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Dalam kondisi darurat seperti sekarang ini masyarakat terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran di rumah, salah satunya melalui media televisi.

Kemendikbud meluncurkan program "Belajar dari Rumah Melalui Tayangan TVRI" sebagai alternatif belajar

Jadwal Program Belajar dari Rumah

Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19.

Selain materi pembelajaran untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah, Program Belajar dari Rumah juga menayangkan materi bimbingan untuk orang tua dan guru serta program kebudayaan di akhir pekan, yakni setiap hari Sabtu dan Minggu.

Program belajar di rumah melalui tayangan TVRI ini telah dimulai pada hari Senin, 13 April 2020 dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020. Jadwal di hari Senin hingga Jumat digunakan untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan.

Dari setiap tayangan program belajar dari rumah ini masing-masing berdurasi setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, SMA, dan bimbingan orang tua.

Baca juga:

Materi program belajar dari rumah ini diambil dari berbagai sumber. Sebagian besar materi sudah diproduksi oleh Kemendikbud melalui Televisi Edukasi (TVE) maupun produksi dari pihak luar Kemendikbud, yakni Jalan Sesama untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tayangan Khusus Program Belajar

Terkait program kebudayaan, pada hari Sabtu dan Minggu, terdapat durasi tiga jam khusus untuk program-program kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia.

Sedangkan pada malam hari akan ditayangkan film Indonesia pilihan dari berbagai genre seperti film anak, drama, dan dokumenter. Untuk jadwal acara program Belajar dari Rumah, masyarakat dapat melihat dan mengunduhnya di laman kemdikbud.go.id.

Kemendikbud akan menyiapkan sekitar 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah melalui tayangan TVRI selama 90 hari ke depan di TVRI. Saat ini Kemendikbud sudah menyiapkan tayangan untuk dua minggu pertama, sambil memproduksi untuk tayangan di minggu-minggu berikutnya.

Rekomendasi Daftar Travel Umroh Berkualitas

Dalam melaksanakan ibadah umroh tentu harus bersama dengan travel umroh. Sayangnya, banyak masyarakat yang masih bingung untuk melakukan pemilihan biro perjalanan. Daftar travel umroh yang berkualitas terdapat di umroh.com. Jadi, layanan marketplace online umroh.com menyediakan begitu banyak paket perjalanan ibadah umroh.

Berikut ini daftar travel umroh yang berkualitas yang layak untuk digunakan.

Biro Perjalanan Umroh Berkualitas

Didalamnya, tentu terdapat banyak sekali biro perjalanan umroh yang berkualitas. Industri umroh memiliki peluang yang sangat tinggi. Sayangnya, masih banyak yang bergerak secara konvensional. Untuk itu, umroh.com hadir agar bisa meningkatkan industri umroh di tanah air. Sudah seharusnya, perkembangan teknologi dimanfaatkan dengan baik.

Umroh.com menyediakan aplikasi android dan website untuk membantu dalam persiapan dan pemesanan ibadah umroh. Konsep dari umroh.com sendiri sama seperti marketplace lain pada umumnya. Yaitu dengan menjadi pihak ketiga dari calon jamaah dan biro perjalanan ibadah umroh.

Fitur Menarik di Umroh.com

Fitur yang tersedia di umroh.com juga sangat banyak bukan hanya paket perjalanan ibadah umroh. Ada fitur pendukung seperti jadwal sholat, Al-Qur’an dan terjemahan, arah kiblat, bacaan islami dan fitur menabung untuk umroh. Semua fitur tersebut begitu membantu untuk ibadah sehari-hari umat muslim.

Salah satu fitur yang paling menarik yaitu menabung untuk umroh. Biasanya, banyak dari masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umroh namun terkendala dengan biaya. Dengan adanya fitur ini, maka bisa menabung untuk menjalankan ibadah umroh. Setidaknya, untuk menabung dalam program ini yaitu minimal Rp. 500.000 setiap bulannya. Jika rutin dibayarkan, maka dalam beberapa tahun saja sudah bisa memilih paket perjalanan ibadah umroh.

Menawarkan Kemudahan Pilihan Travel Umroh

Disisi lain, umroh.com juga menawarkan kemudahan dalam pemilihan travel umroh. Daftar travel umroh tersedia secara lengkap di umroh.com. Agar lebih mudah, calon jamaah bisa memanfaatkan fitur filter. Pad fitur ini, calon jamaah dapat melakukan pencarian mengenai biro perjalanan yang cocok untuk digunakan. Terutama, sesuai dengan budget dan waktu serta memilih berdasarkan rating dan review dari pengguna lainnya.

“Saat ini, umroh.com menampilkan paket umroh dalma tiga kategori. Yaitu umroh reguler dengan keberangkatan setiap bulan dan harganya terjangkau. Umroh plus wisata ke negara islam tujuan seperti Turki, Jordan dan Mesir. Lalu, paket umroh spesial bersama dengan public figure atau ustadz favorit jamaah.” Ujar Lia Firdausy selaku umroh.com.

Dirinya juga menambahkan, bahwa saat ini umroh.com lebih berfokus pada para millenials dan keluagra. Karena, memberikan kemudahan dalam pencarian informasi serta pemesanan jauh lebih cepat.

“Kami saat ini lebih menargetkan millenials dan keluarga sebagai potential customers. Karena, mereka bisa mendapatkan informasi jauh lebih mudah dan cepat. Serta, bisa melakukan pemesanan secara online kapanpun, dimanapun sesuai dengan budget dan waktu yang dimiliki.” Tambah Lia.

Umroh.com Menjamin Kualitas Pelayanan

Bukan hanya para orang tua saja yang menginginkan perjalanan ibadah umroh. Melainkan, para millenials juga mulai banyak yang berminat untuk melakukan perjalanan. Namun, permasalahan yang sering terjadi yaitu karena kurangnya waktu untuk pemesanan perjalanan ibadah umroh. Untuk itu, umroh.com hadir sebagai penyelesaian dari masalah tersebut.

Travel umroh yang ada di umroh.com sudah sangat terjamin kualitasnya. Semua perjalanan dijamin aman, nyaman dan menyenangkan. Serta calon jamaah juga bisa menyesuaikan dengan fasilitas apa saja yang nantinya diperlukan selama menjalankan ibadah umroh.

Tahun ini, umroh.com akan menambah banyak biro perjalanan umroh yang berkualitas. Sekaligus, menambahkan fitur terbaru agar semakin memudahkan calon jamaah untuk melakukan pemesanan dan persiapan ibadah umroh melalui umroh.com!

Merdeka Belajar, Empat Pokok Kebijakan Pendidikan

gurudikdasmen.com - Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”. Program tersebut meliputi:
Merdeka Belajar, Empat Pokok Kebijakan Pendidikan Oleh Kemdikbud
Empat Pokok Kebijakan Merdeka Belajar
  1. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), 
  2. Ujian Nasional (UN), 
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan;
  4. Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Empat Pokok Kebijakan Merdeka Belajar

Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran kedepan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN, kata Mendikbud, pada tahun 2020 akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya). 
Baca juga : 
Dengan itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa. Anggaran USBN sendiri dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

Selanjutnya, mengenai ujian UN, tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11), sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS.

Tiga Komponen Inti RPP

Sedangkan untuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kemendikbud akan menyederhanakannya dengan memangkas beberapa komponen. Dalam kebijakan baru tersebut, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari :
  1. Tujuan pembelajaran, 
  2. Kegiatan pembelajaran, dan; 
  3. Asesmen. 
Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu. 
Baca juga: 
Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), Kemendikbud tetap menggunakan sistem zonasi dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.

Komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi.

Mendikbud berharap pemerintah daerah dan pusat dapat bergerak bersama dalam memeratakan akses dan kualitas pendidikan. Pemerataan akses dan kualitas pendidikan perlu diiringi dengan inisiatif lainnya oleh pemerintah daerah, seperti redistribusi guru ke sekolah yang kekurangan guru.

Dengan kebijakan ini guru dapat lebih fokus pada pembelajaran siswa dan siswa pun bisa lebih banyak belajar.

Kemdikbud dan Blogger, Bahas Pendikar dan Digitalisasi Sekolah

gurudikdasmen - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kegiatan Temu Blogger. Dua tema utama yang dibahas bersama sahabat blogger adalah tentang pendidikan karakter dan digitalisasi sekolah. Untuk mencapai pendidikan yang efektif membutuhkan kesadaran para pelaku pendidikan dan pemanfaatan teknologi informasi yang dapat diterapkan di bidang pendidikan.

Kemdikbud dan Blogger membahas tentang Pendidikan karakter dan Digitalisasi sekolah

Infrastruktur yang bagus pun tidak cukup untuk menghasilkan sebuah hasil pendidikan yang hebat. Untuk itu peranan guru dalam membangun pendidikan karakter itu sangat penting karena guru itu digugu dan ditiru. Guru dapat mengukir sejarah hidup seseorang.

Program digitalisasi sekolah saat ini para pendidik harus mempersiapkan bekal untuk anak-anak agar dapat hidup sesuai zamannya nanti. Karena itulah pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan, terutama di era digital seperti sekarang ini. Dari Kemendikbud sendiri telah membuat sebuah aplikasi belajar berbasis daring (online) yang dapat diunduh secara gratis, yaitu Rumah Belajar
Baca juga : 
Sekitar 100-ribu guru se-Indonesia telah mengikuti pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang kemudian diseleksi dan dipilih lgi menjadi 100 guru istimewa yang ikut serta dalam pembuatan konten dan penggerak forum pembelajaran ini.

Rumah Belajar yang telah didirikan sejak tahun 2011 ini memiliki slogan “Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja”. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan siapapun yang akan mencari tahu ilmu maupun wawasan secara luas, bebas dan gratis.

Aplikasi Rumah Belajar cukup efektif untuk proses pembelajaran. Karena gratis, tidak perlu membeli buku-buku soal ujian lagi. Namun perlu penambahan konten agar terlihat menarik.
Baca juga: 
Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, ada lima nilai utama karakter prioritas penguatan pendidikan karakter, yaitu religius, integritas, nasionalis, mandiri dan gotong royong.

Maka dari itu peningkatan kualitas guru dalam proses belajar dan mengajar perlu ditingkatkan lagi agar penyampaian materi kepada peserta didik menjadi lebih kreatif dan inovatif serta mampu memenuhi lima karakter prioritas penguatan pendidikan karakter.